Sabtu, 07 Mei 2011

MAKALAH MEDIA AUDIO, VISUAL DAN AUDIO VISUAL

MAKALAH

MEDIA AUDIO, VISUAL DAN AUDIO VISUAL

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada
Mata Kuliah Media Pembelajaran

Di susun Oleh :

AHMAD SUANDI





SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)ARRAHMANIAH
Serang 2011

BAB I
PENDAHULUAN


Pada dasarnya media yang banyak digunakan untuk kegiatan pembelajaran adalah media komunikasi. Oleh karena itu dalam pembahasan taksonomi ini akan digunakan taksonomi
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam pengklasifikasian ini. Salah satu cara diantaranya ialah dengan menekankan pada teknik yang dipergunakan dalam pembuatan media tersebut. Sebagai contoh, seperti gambar, fotografi, rekaman audio, dan sebagainya. Ada pula yang dilihat dari cara yang dipergunakan untuk mengirimkan pesan. Contoh, ada penyampaian yang disampaikan melalui siaran televisi dan melalui optik. Berbagai bentuk presentasi media yang kita terima, membuat kita sadar bahwa kita menerima informasi dalam bentuk tertentu. Pesan-pesan tersebut dapat berupa bahan cetakan, bunyi, bahan visual, gerakan, atau kombinasi dari berbagai bentuk informasi ini.
Masih banyak ciri yang membedakan media yang satu dengan yang lain, sehingga tidaklah mudah untuk menyusun klasifikasi tunggal yang mencakup semua jenis media. Faktor lain yang juga mempersulit klasifikasi ini ialah untuk menentukan apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk media. Sebagai contoh, beberapa ahli membedakan antara media komunikasi dan alat bantu komunikasi. Yang menjadi dasar utama dari pembedaan ini ialah apakah suatu sarana komunikasi dapat menyampaikan program secara lengkap atau tidak. Berdasarkan pembedaan ini, film dapat digolongkan sebagai media, karena film dapat menyampaikan pesan yang lengkap selama waktu putarnya. Sedangkan overhead transparansi (OHT) digolongkan sebagai alat bantu saja, karena OHT tidak dapat berdiri sendiri. Hal tersebut hanya dapat digunakan oleh instruktur untuk membantu menerangkan pembelajarannya. Walaupun pendapat ini masuk akal, tetapi di sini kita akan membahas media dalam perspektif yang lebih luas, yaitu semua alat atau bahan yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan pengertian media pembelajaran sebelumnya (di bagian depan).
Selain alat-alat pembelajaran yang sederhana, masih ada beberapa teknik atau sistem pembelajaran yang sedemikian kompleks, sehingga jauh melebihi pengertian media yang biasa kita gunakan. Sebagai contoh, simulator, pengajaran dengan bantuan komputer, mesin pembelajaran, dan permainan pendidikan. Oleh karena itu untuk mengembangkan suatu sistem klasifikas yang dapat mencakup berbagai macam sarana komunikasi, kita harus menggunakan pandangan yang lluas mengenai pengertian media, yaitu dengan memasukkan segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya oleh seorang instruktur untuk meningkatkan pembelajaran.


























BAB II PEMBAHASAN
TENTANG PEMBELAJARAN DALAM BENTUK MEDIA AUDIO, VISUAL
DAN AUDIO VISUAL


A. Media Pendidikan dan Proses Pembelajaran
Dalam pembelajaran pada hakekatnya terdapat dua proses yang saling keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu samal lain, yaitu proses belajar dan proses mengajar. Proses belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja terlepas dari ada yang mengajar atau tidak. Proses belajar terjadi karena adanya interaksiindividu dengan lingkungannya. Apabila mengajar kita pandang sebagai kegiatan atau proses yang terarah dan terencana yang mengusahakan agar terjadi proses belajar pada diri seseorang maka pendapat bahwa seseorang belajar karena ada yang mengajar tidaklah benar.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang yang berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga liang lahat nanti. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik)maupun menyangkut nilai dan siakp (afektif).
Kalau dilihat dari sejarah perkembangan profesi guru, tugas mengajar sebenarnya adalah pelimpahan dari tugas orang tua, karena tidak mampu lagi memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap tertentu sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan berkembnagnya ilmu pengetahuan, teknologi dan berkembangnya masyarakat serta budaya pada umumnya, maka berkembang pulalah tugas dan peranan guru seiring dengan berkembangnya jumlah anak yang memerlukan pendidikan.
Pada zaman Socrates, ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada siswanya adalah hasil penemuan atau daya pikir Socrates sendiri. Perkembangan selanjutnyamembuktikan bahwa situasi semacam itu tidak mungkin untuk dipertahankan. Suatu proses belajar mengajar akan lebih efektif apabila ada media.

atau alat yang mendukungnya seperti film atau video dan sebagainya. Hal itu akan lebih konkret dari pada pemaparan secara verbal.
Kegunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar secara umum adalah sebagai berikut:
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis/lisan)
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, misalnya:
1. Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar atau model.
2. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai atau gambar.
3. Kejadian/peristiwa yang terjadi di masal lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film dan video.
4. Objek yang terlalu kompleks (misalnya desain mesin) dapat disajikan dengan model dan diagram.
5. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim) dapat divisualkan dalam bentuk film.
c. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik, dalam hal ini:
1. Menimbulkan kegairahan dalam belajar
2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
3. Memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemmapuan dan minatnya.
B. Alat-Alat Dalam Teknologi Pembelajaran/Pendidikan
Banyak tokoh pendidikan, seperti Thorndike, Crowder, dan sebagainya. Kemajuan yang dicapai manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi membuatnya berkembang semakin cepat. Dalam rangka kegiatan pendidikan ada beberapa media yang dipergunakan, mulai yang paling sederhana sampai kepada yang tyercanggih. Beberapa alat teknologi pendidikan yang dimaksudkan antara lain:
a. Papan Tulis
b. Bulletin Board dan Display
c. Televisi siaran
d. Tele blackboard
e. Overhead Projector (OHP)
C. Media Berbentuk Audio, Visual dan Audio Visual
1. Media audio
adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Pesan atau informasi yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect.

MEDIA RADIO

Radio adalah media audio uang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar. Pemberi pesan (penyiar) secara langsung dapat mengkomunikasikan pesan atau informasi melalui suatu alat (microfon) yang kemudian diolah dan dipancarkan ke segenap penjuru melalui gelombang elektromagnetik dan penerima pesan (pendengar) menerima pesan atau informasi tersebut dari pesawat radio di rumah-rumah atau para siswa mendengarkannya di kelas-kelas.
Kelebihan Media Radio
a. Memiliki variasi program yang cukup banyak.
b. Sifatnya mobile, karena mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
c. Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa.

Kelemahan Media Radio
a. Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication).
b. Jika siarannya monoton akan lebih cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
c. Program siarannya selintas, sehingga tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara individual.
MEDIA ALAT PEREKAM PITA MAGNETIK
Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio. Tidak seperti radio yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai alat pemancarannya.

Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik
a. Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
b. Rekaman dapat dihapus dan digunakan kembali.
c. Mengembangkan daya imajinasi siswa.
Kelemahan Media Alat Perekam Pita Magnetik
a. Daya jangkauannya terbatas.
b. Biaya penggandaan alatnya relatif lebih mahal dibanding radio.

2. Media visual
adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera penglihatan. Yang termasuk media visual ini adalah media grfais
MEDIA GRAFIS
Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/gambar
Yang termasuk media grafis antara lain :
1. Grafik, yaitu penyajian data berangka melalui perpaduan antara angka, garis, dan simbol.
2. Diagram, yaitu gambaran yang sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik yang biasanya disajikan melalui garis-garis simbol.
3. Bagan, yaitu perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol yang merupakan ringkasan suatu proses, perkembangan, atau hubungan-hubungan penting.

Kelebihan Media Grafis
1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.

Kelemahan Media Grafis
1. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.

3. Media Audio visual
Media audiovisual adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera pengelihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkannya adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak.
Jenis media ini antara lain media sound slide (slide suara), film strip bersuara, dan halaman bersuara.
Kelebihan dan kelemahan media ini tidak jauh berbeda dengan media proyeksi diam. Perbedaannya adalah adanya aspek suara pada media audiovisual diam.
















BAB III
PENUTUP

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Proses pembelajaran tidaklah harus dengan cara penyampaian langsung dari seorang guru, peran teknologi pembelajaran sangat berfungsi untuk memabantu peserta didiknya dalam memahami materi pelajaran yang akan disampaikan itu akan lebih efektif dan efisien d
2. Teknologi pendidikan/pembelajaran merupakan media yang lahir dari revolusi teknologi komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan pendidikan. Pemanfaatan teknologi komunikasi dalam kegaiatan pendidikan dan teknologi pembelajaran itu sendiri mutlak perlu dalam rangka kegiatan belajar mengajar karena dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, tujuan pendidikan yang efektif dan efisien dapat tercapai.
3. pemanfaatan media pendidikan mempunyai implikasi tertentu dalam proses belajar mengajar, sesuai dengan ciri dan kegunaan masing-masing media tersebut. Teknologi pendidikan itu sendiri menyangkut perangkat keras dan lunak yang dalam prakteknya biasanya saling mengisi.
4. Teknologi pendidikan mempumnyai arti tertentu dalamkegiatan belajar mengajar,seperti pendidikan lebih produktif,memungkinkan pengajaran lebih individual, ilmiah dan luas.
5. Pemanfaatan media teknologi pendidikan yang beraneka ragam itu menuntut keterampilan tersendiri dari para pelaksana pendidikan.








DAFTAR PUSTAKA

Arsyad Azhar, Media Pembelajaran, Rjawali Pers, Jakarta, Cet. 5, 2004.

Djamarah, Syaiful Djamarah, Startegi Belajar Mengajar, Rinekla Cipta, Jakarta, Cet. 2, 2002.

Fatah Syukur, Teknologi pendidikan, Rasail, Semarang, Cet. I, 2005.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar